Kau berdiri di sana
Terbelai rambutmu oleh semilir angin
Indah nan eloknya dirimu
Hingga tak ingin mataku berkedip saat memandangmu
Ingin aku mendekat
Namun seakan-akan kaki ini mati rasa
Ingin aku menyapamu syahdu
...
Namun bibir ini serasa terkunci
Disinilah kumenyingkap lembar demi lembar rinduku lewat puisi
Melepas impian dan harapan
Meski mengenalmu walau hanya sebatas kasat mata
Ternyata bisa menumbuhkan perasaan yang sebegini dalam
Nuraniku coba mengingatmu saat kuterjaga
kurangkai serpihan hatiku lewat puisi
Dan semua masihlah kutulis rapi hanya untukmu
Disinilah kumenyingkap lembar demi lembar rinduku lewat puisi
Melepas impian dan harapan
Meski mengenalmu walau hanya sebatas kasat mata
Ternyata bisa menumbuhkan perasaan yang sebegini dalam
Nuraniku coba mengingatmu saat kuterjaga
kurangkai serpihan hatiku lewat puisi
Dan semua masihlah kutulis rapi hanya untukmu